Tuesday, July 16, 2013

Pendidikan suatu cara untuk Kalimantan Barat Maju dan Sejahtera



Pendidikan adalah hal yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.  Setiap bangsa dan generasi memiliki dasar dan tujuan pendidikan tertentu. Tentunya dasar dan tujuan itu disesuaikan dengan cita-cita, keinginan, dan kebutuhan "Pendidikan adalah tugas negara yang paling penting dan sangat strategis. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan syarat dasar bagi terbentuknya sebuah peradaban yang baik, Oleh karena itu, perlu melihat realitas pendidikan di Indonesia yang masih jauh dari harapan. Kualitas pendidikan di Indonesia pun khususnya di Kalimantan Barat  masih tertinggal dari negara-negara lain.


Pendidikan Di Kalimantan Barat sangat meyedihkan yang menjadi perhatian saya adalah kualitas dan kuantitas pendidikan di Kalimantan Barat dan dampaknya terhadap perilaku dan kondisi mental individu, khususnya keadaan pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia.

Saya mengangkat Masalah dan akan saya jadikan program utama jika terpilih sebagai anggota DPR RI yang harus saya perjuangkan yaitu  mengenai kualitas pendidikan di Kalimantan Barat dan dampaknya terhadap perilaku dan kondisi mental individu, khususnya keadaan pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia, karena secara langsung saya melihat, betapa menyedihkannya keadaan putra-putri Indonesia di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia, yang harus dihadapkan pada kenyataan, bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau menempuh pendidikan untuk memperoleh ilmu. Dilema antara memenuhi kebutuhan hidup hari ini atau menabung ilmu untuk kehidupan di masa depan. Saya juga mengalami secara langsung, bagaimana rasanya menempuh pendidikan di daerah dengan kualitas pendidikan yang menempati ranking sangat rendah dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, bagaimana saya tinggal di ibukota provinsi dengan jumlah sekolah menengah atas negeri hanya sebanyak sepuluh sekolah saja. Saya mendengar secara langsung bagaimana menjadi lulusan sekolah menengah tingkat atas terbaik di Kalimantan Barat dan tetap dianggap remeh, bahkan ketika diterima di salah satu universitas terbaik di Indonesia, anggapan remeh tersebut tetap saja mengalir dan sempat mengganggu keadaan mental para pelajar yang berasal dari Kalimantan Barat . Saya merasakan bagaimana menyakitkannya ketika orang-orang dari daerah lain berkata: "Oh kamu dari Kalimantan Barat? Kok bisa diterima di Universitas Gajah Mada atau ITB atau IPB ? Hebat ya, dari daerah pelosok bisa kuliah di Universitas terkenal  

Berkaitan dengan  yang saya bahas, secara pasti saya mengetahui, bagaimana keadaan pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia ketika saya melakukan perjalanan tour Kalimantan barat dan saya mendapat informasi dari jaringan LSM di Kalimantan Barat . Bagaimana anak-anak lebih memilih mencari uang untuk kehidupan hari ini dibandingkan menabung ilmu untuk kehidupan di masa depan. Saya mengetahui bagaimana keadaan ekonomi memaksa anak-anak yang berpotensi ini mengorbankan masa yang seharusnya digunakan untuk menempuh pendidikan, tetapi justru digunakan untuk mencari nafkah dan bekerja di perkebunan ataupun ditambang tambang illegal . Saya mengetahui bagaimana minimnya sarana transportasi dan sulitnya akses menuju gedung sekolah menjadi penghambat anak-anak di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia untuk menuntut ilmu. Saya mengetahui bagaimana minimnya sarana pendidikan dan tenaga pengajar berkualitas di daerah perbatasan, bahkan hampir di seluruh Provinsi Kalimantan Barat, sehingga seringkali mengubur cita-cita putra-putri bangsa di wilayah Kalimantan Barat. Saya mengetahui bagaimana pemerintah Malaysia, negara tetangga, justru memberikan fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk kehidupan masyarakat negri ini. Sekolah gratis, layanan kesehatan, penyediaan kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, dan lain sebagainya justru lebih mudah didapatkan masyarakat Indonesia dari negara Malaysia. Saya mengetahui bagaimana kualitas pendidikan yang tidak baik di Kalimantan Barat membentuk mental putra-putri daerah menjadi tidak sehat. Rasa minder dan cara berpikir yang sempit seringkali menghalangi putra-putri daerah untuk menggapai cita-citanya. Pola pikir yang cenderung menganggap diri tidak layak untuk ikut bersaing bersama seluruh putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia membuat kualitas sumber daya manusia di daerah Kalimantan Barat menjadi tidak maksimal. Padahal seharusnya, dengan kualitas pendidikan yang baik, mental, perilaku, dan pola pikir individu akan terbentuk, berubah kearah yang lebih baik, dan memiliki kualitas prima.
dibalik semuanya, masalah perekonomian adalah masalah yang sangat mendasar. Karena keadaan ekonomi-lah yang seringkali "memaksa" putra-putri daerah untuk meninggalkan pendidikan demi mencari uang. Kasus seperti ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah karena menjadi faktor terbesar rendahnya kualitas pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia, yaitu wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang. Kawasan-kawasan "depan" ini menjadi representatif kehidupan bangsa Indonesia. Sudah seharusnya pemerintah memberikan fasilitas pendidikan yang memadai sehingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Sekolah gratis adalah jawaban bagi mereka yang tidak mampu. Dengan anggaran pendidikan yang telah disediakan pemerintah, sekolah gratis bukan tidak mungkin terlaksana. Sebelumnya, pemerintah harus melakukan pendekatan kepada masyarakat tidak mampu supaya pola pikir mereka berubah, tidak lagi berpikir untuk hari ini saja, tetapi juga memikirkan masa depan. Pendidikan adalah jawaban untuk meningkatkan taraf hidup di masa yang akan datang dan sekolah gratis adalah jawaban pemerintah bagi mereka yang tidak mampu membayar biaya pendidikan.

Hal yang paling mendasar yang bisa dilakukan pemerintah adalah pendekatan untuk merangkul masyarakat, menjelaskan bahwa pendidikan sangat diperlukan untuk meningkatkan taraf hidup di masa yang akan datang. Selanjutnya adalah menyediakan fasilitas pendidikan yang cukup, menyediakan tenaga pengajar berkualitas yang mampu mentransfer ilmu yang dimiliki kepada anak didik. Lalu, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, seperti akses jalan yang baik sehingga masyarakat mudah menjangkau banyak tempat, menyediakan akses listrik dan air bersih sehingga membangkitkan gairah hidup masyarakat. Yang terpenting adalah pemerintah harus membuat masayarakat merasa nyaman tinggal di negara Indonesia dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi sehingga sebaik atau semewah apapaun negara tetangga, Indonesia tetap menjadi pilihan terbaik bagi masyarakatnya.

Dan dengan keikut-sertaan saya pencalonan didri saya sebagai anggota DPR RI , Menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat harus memiliki potensi untuk bersaing bersama-sama provinsi lain di Indonesia. 
Oleh : FX ARIEF POYUONO 
Caleg DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 
Dari Partai GERINDRA nomor  urut 1 
sumber
-Vanya Asty Novitasari, Kandidat Parlemen Indonesia 2012 dari Provinsi Kalimantan Barat untuk Maju sebagai Parlemen Muda Indonesia Tahun 2012 Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat
-Dan berbagai tulisan

Wednesday, January 2, 2013

Perkebunan Sawit :PT Bhirawa Sakti Mandiri produksi CPO Awal 2013


Sangau Kalbar (Antara News) –PT Bhirawa Sakti Mandiri  salah satu perkebunan sawit di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat mulai  memproduksi crude palm oil  pada awal  tahun 2013.
Tjabani,Direktur operasional  PT Bhirawa Sakti Mandiri  mengatakan luas perkebunan sawit yang dikelolanya mencapai 29.000 hektar  dan Kebun Plasma Petani seluas 6000 Hektar dengan mempekerjakan kuranglebih 2400 pekerja dan apabrik pengolahan kelapa sawit dibangun pada tahun 2012.
“Nilai investasi untuk perkebunan ini  jika hanya menghitung luas lahan saja bisa mencapai Rp 1,6  Trilyun atau perhektarnya menghabiskan biaya Rp38 juta, itu diluar biaya operasional dan pembangunan pabrik nantinya”ungkap  Michael Yap salah seorang pengusaha perkebunan sawit Malaysia yang memiliki perkebunan tersebar dibeberapa wilayah Indonesia.
Ia mengatakan lahan yang dikelola oleh perusahaannya merupakan lahan tidur yang kemudian dikelola setelah mendapatkan izin usaha perkebunan sawit dari Bupati  Sanggau  dengan surat keputusan nomor  365 tahun 2011.
“Segala prosedur dan mekanisme sudah saya laksanakan dan saat ini telah masuk proses pengkondisian lahan untuk tahap pertama mencapai 3700 hektar dengan ketersediaan bibit kelapa sawit mencapai 123 bibit perhektar dan  ditanam pada akhir 2010,”ungkapnya.
Micahel mengatakan bibit kelapa sawit yang ia pesan berasal dari daerah Lonsum dan Felda  dengan kualitas bibit unggul bersertifikat yang dapat bisa panen ketika berumur 1,7 tahun sejak masa tanam dan bisa berpoduksi normal ketika sudah berusia 2 tahun
Ketika ditanyai mengenai berapa besar keuntungan yang bisa diraih perusahaan, Tjabani menjawab berdasarkan pengalaman yang ia miliki untuk 50 hektar perkebunan sawit bisa menghasilkan Rp150 juta lebih, itu sudah diluar biaya lain-lain,”Anda bisa menghitung sendiri jika luasan lahan yang dimiliki  saat ini mencapai 29.000 hektar tentu bisa lebih banyak lagi,”ujarnya.
Perusahan perkebunan sawit PT Bhirawa Sakti Mandiri merupakan usaha perkebunan patungan antara Malaysia dan Indonesia
Ia mengatakan kehadiran perkebunan sawit di daerah  Sanggau Kalimantan Barat kedepan dipastikan memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah dan membuka peluang bagi tenaga kerja bagi masyarakat baik di sekitar maupun dari daerah yang ada di  Kalbar ,”Kami mendorong tumbuhkembangnya sektor perkebunan di Kalbar  dengan tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan dan mengedepankan ekonomi kerakyatan,”tegasnya(bal)

IDM: Usut Tuntas Jual Beli Jabatan Direktur Bank BTN - Warta Ekonomi

IDM: Usut Tuntas Jual Beli Jabatan Direktur Bank BTN - Warta Ekonomi

RUPSLB Bank BTN, tanggal 28 Desember 2012, menyisakan persoalan serius karena 2 direksi Bank BTN, Sdr.Purnomo dan Sdr.Mas Guntur Dwi S adalah kandidat terpilih yang memiliki track record melakukan pelanggaran integritas berat. Sehingga keduanya tidak  memenuhi syarat formal maupun material untuk menjadi Direksi BUMN yaitu sebelum pencalonan tercatat tidak pernah melakukan perbuatan yang dikategorikan dapat memberikan keuntungan secara melawan hukum kepada pribadi atau pihak tertentu dan melakukan perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan yang berkaitan dengan prinsip – prinsip pengurusan perusahaan yang sehat. Berikut ini siaran pers Indonesia Development Monitoring yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif, Fahmi Hafel yang diterima pada Rabu (2/1).

Berdasar penelusuran informasi yang dilakukan oleh Komite Perlindungan Pemegang Saham Minoritas (KPPSM) terindikasi kuat penetapan dua Direktur Bank BTN yaitu Mas Guntur Dwi S dan Purnomo sarat dengan rekayasa, kolusi dan bahkan terindikasi kuat ada permainan politik uang yang melibatkan oknum developer-developer Bank BTN sebagai penyokongnya dengan imbalan kemudahan dalam pemberian kredit proyek-proyek properti apabila sang calon terpilih.

Kolusi dalam pemilihan Direktur Bank BTN terjadi antara mantan Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro yang konkalikong dengan mantan Komisaris Independent Bank BTN, Deswandy Agusman sebagai Ketua Komite Nominasi Bank BTN yang berkuasa menyusun long list usulan calon Direktur dibantu dengan konsultan yang bernama AMROPS.
                       
Nama-nama yang diusulkan oleh Ketua Komite Nominasi Bank BTN tersebut sebelum secara formal diusulkan ke Meneg BUMN melalui Deputi Meneg BUMN Bidang Jasa dan Sekretaris Menteri BUM, telah memperoleh persetujuan dalam pertemuan setengah kamar yang melibatkan Iqbal Latanro dan pejabat-pejabat dilingkaran dalam Meneg BUMN seperti Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN yang saat ini menjabat Direktur Bank BRI Gatot Mardiwasisto, Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa, Gatot Trihargo dan Sekretaris Menteri Negara BUMN, Wahyu Hidayat.

Informan KPPSM yang merupakan pejabat tinggi dan sudah sangat senior di Bank BTN mengungkapkan bahwa dalam perjalanannya praktek kolusi berupa jual beli jabatan Direktur Bank BTN tersebut, telah memicu timbulnya konflik antara Ketua Komite Nominasi dengan pejabat-pejabat di linkungan Kantor Meneg BUMN yang berdampak pada dicopotnya Deswandy Agusman selaku Ketua Komite Nominasi sekaligus Komisaris Independent Bank dalam pada RUPSLB tanggal 28 Desember 2012, digantikan dengan Dwijanti Tjahjaningsih.

Praktek kongkalikong dalam pemilihan Direksi Bank BTN, pada dasarnya dipicu oleh penafsiran Biro Hukum Kementerian BUMN terhadap Pasal 16 ayat 4 UU No. 19/2003 tentang BUMN yang menetapkan masa jabatan Iqbal Latanro sebagai Direktur Utama Bank BTN dinyatakan berakhir karena sudah dianggap menjabat selama 2 periode.

Atas keputusan pemberhentian oleh Kementerian BUMN tersebut, Iqbal Latanro menyatakan penolakannya, karena penafsiran Biro Hukum Kementerian BUMN terhadap Pasal 16 ayat 4 UU No. 19/2003 tersebut dianggap tidak adil dan ambivalen, mengingat Meneg BUMN tetap mengangkat Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Direktur Utama Pelni Jussabella Sahea meskipun masa jabatannya sudah 2 periode.

Selanjutnya guna meredam konflik, maka atas jasa mantan komisaris Bank BTN dan mantan Assiten Deputi Bidang Jasa Meneg BUMN, Gatot Mardiwasisto ,dilakukanlah komunikasi antara Iqbal Latanro dengan pejabat Kementerian BUMN. Dalam proses komunikasi tersebutlah muncul praktek dagang sapi, jual beli jabatan calon Direktur Bank BTN, dimana kepada Iqbal Latanro ditawarkanlah konsesi berupa penawaran jabatan pengganti bagi Iqbal Latanro sebagai Direktur Bank BRI atau Direktur Utama Taspen serta Iqbal Latanro diberikan kewenangan untuk menunjuk ”2 orang dalam” sebagai penerus dalam kebijakannya. Kewenangan Iqbal Latanro menunjuk 2 orang dalam sebagai calon Direksi Bank BTN adalah harga mati yang dipersyaratkan oleh Iqbal Latanro.    
                                                                      
Konflik selama perundingan mulai terasa, pada saat Gatot Mardiwasisto mulai memaksakan nama teman dekatnya , Purnomo, yang saat itu menjabat Kepala Regional Office-2 Bank BTN sebagai calon Direksi Bank BTN.

Pencalonan Purnomo tersebut, kontan mendapatkan penolakan keras dari Iqbal Latanro, karena Iqbal Latanro yang selalu menyebut dirinya adalah representasi wakil masyarakat Indonesia Timur, meminta agar ”2 orang dalam” tersebut adalah calon Direktur Bank BTN yang dapat mewakili perasaan masyarakat Indonesia Timur.

Dua orang dalam yang diusulkan oleh Iqbal Latanro adalah Mas Guntur Dwi S yang merupakan menantu dari Prof.Amirrudin mantan Rektor Unhas Makassar dan pejabat junior Bank BTN Sdr.Sasmaya Tuhuleley yang berasal dari Bula Maluku. Iqbal latanro sangat berkepentingan terhadap 2 orang tersebut, karena mereka berdua adalah kader dan loyalis Iqbal yang diharapkan masih dapat mengamankan kepentingan Iqbal setelah Iqbal tidak menjabat lagi, karena Iqbal khawatir banyak persoalan selama kepemimpinannya yang  mulai diungkit-ungkit setelah Iqbal kehilangan kekuasaannya.

Guna memperkuat alasan penolakannya Iqbal mengatakan bahwa prestasi maupun kompetensi Purnomo sangat rendah bahkan dibawah rata-rata pejabat Bank BTN dan selama menjadi Kepala Cabang Bank BTN nilai KPI-nya selalu C. Disamping mengkritik performance Purnomo, Iqbal juga tidak suka dengan gaya komunikasi Purnomo yang sering mengeluarkan statemen kontroversial, seperti pidato Purnomo didepan karyawan BTN Bandung yang menyatakan ”bekerja di BTN tidak perlu prestasi tetapi cukup PLN yaitu ”Pendekatan, Loyalitas dan Nasib”. Materi pidato tersebut sempat menghebohkan karyawan Bandung dan Iqbal marah karena statement tersebut dapat membunuh motivasi karyawan dalam berprestasi.

Namun data-data yang berhasil dihimpun oleh KPPSM, Purnomo selain bermasalah dengan Iqbal juga tercatat pernah melakukan pelanggaran integritas dalam kategori sangat berat sewaktu menjadi Kepala Cabang Semarang dan akibatnya Bank BTN menanggung potensi kerugian sekitar 10 Milliar.

Pelanggran integritas tersebut bermula dari kejadian pemberian Kredit Modal Kerja Kontraktor (KMK Kontraktor) oleh Purnomo dalam kewenangannya sebagai Kepala Cabang BTN Semarang, kepada PT.Makmur Mandiri Sawargi dan PT.Crown Simbol, untuk pembiayaan Pipanisasi dari Dinas PU sebagai pemberi kerja.

Dalam pelaksanaan pemberian kredit tersebut, banyak kejanggalan yang terjadi dan pelanggaran SOP Perkreditan dalam kategori sangat berat, karena Kepala Cabang melakukan pelanggaran SOP Perkreditan dalam kategori risiko yang sangat tinggi yaitu Kepala Cabang melakukan pencairan kredit yang tidak didukung dengan alas hak berupa prestasi proyek. Selain pelanggaran SOP pencairan kredit, terdapat indikasi kuat, Purnomo melakukan kolusi dengan PT.Makmur Mandiri Sawargi dan PT.Crown Simbol karena debitur tersebut mendapat privilage khusus berupa pembebasan kewajiban bagi debitur KMK Kontraktor tersebut dari kewajiban pemberian jaminan berupa fixed asset senilai 50 % dari total kredit.

Saat ini kredit PT.Makmur Mandiri Sawargi dan PT.Crown Simbol dalam status kolektibilitas macet dan pekerjaan telah diputus secara sepihak oleh Dinas PU dan SPKnya selanjutnya dipindahtangankan kepada kontraktor lain. Akibat perbuatan debitur yang mendapat keistimewaan dari Purnomo tersebut, maka Bank BTN terpaksa menanggung kredit macet tanpa dicover oleh jaminan dengan potensi kerugian Bank mencapai 10 Miliar. Direktur perusahaan, Yuni Eva Etlina, dalam kasus yang serupa, saat ini menjadi buron Polda Jateng karena dilaporkan oleh pihak Bank BPD Jateng telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan oknum petugas dan pejabat kredit Bank BPD Jateng.

Kasus pembobolan Bank BPD Jateng yang melibatkan oknum petugas dan pejabat kredit Bank BPD Jateng telah menjadi berita yang menghebohkan, dan pada saat yang bersamaan terdapat perintah tertutup dengan model garis Komando dari Direktur Utama Bank BTN sebagai Direktur Supervisi Audit Intern Bank BTN kepada Kepala Divisi Audit Intern Mas Guntur Dwi S agar Bank BTN melindungi petugas dan pejabat yang terlibat dalam kasus ”Yuni Eva Etlina” tersebut. Perintah penghentian pemeriksaan atas kasus pembobolan Bank BTN KC.Semarang oleh Yuni Eva Etlina tersebut dapat diduga juga karena Iqbal merasa tidak enak dengan Gatot Mardiwasisto, teman golf purnomo yang saat itu masih menjadi Komisaris Bank BTN.

Dalam kasus yang lain berdasar penelusuran data dan informasi dari KPPSM terdapat informasi bahwa Purnomo juga terlibat dalam kegiatan yang menjurus kepada conflict of interest yang menghambat terungkapnya kasus fraud di Bank BTN. Sebagai contoh adalah adanya perbuatan fraud yang dilakukan oleh pejabat Bank BTN Surabaya Bukit Darmo, berupa pemberian 60 unit KPR fiktif atau dikenal dengan KPR Rumput dimana Bank BTN mencairkan kredit KPR tetapi tidak didukung dengan alas hak berupa adanya fisik rumah sebagai jaminan kredit.

Kasus pembobolan Bank berupa pemberian 60 unit KPR fiktif oleh Bank BTN Surabaya Bukit Darmo tidak dapat segera terungkap, karena praktek tersebut mendapat dukungan dari Purnomo mengingat developer yang memperoleh fasilitas kredit tersebut yaitu PT.Gemilang Arta Chassanah dengan Direktur Utama Sdr.Didik Hariyanto adalah masih bersaudara dengan Purnomo, sehingga pejabat pemutus kredit tidak dapat berkutik, pada saat developer meminta beberapa kemudahan sehingga Bank BTN KC.Surabaya Bukit Darmo mengabaikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perkreditan yang sehat.

Posisi Iqbal Latanro yang hendak mematahkan pencalonan Purnomo, mendapat hadangan dari Pejabat-Pejabat Meneg BUMN yang sudah sejak dari awal berhasil dilobi dan dimobilisasi oleh Gatot Mardiwasisto. Gatot Mardiwasisto mempermasalahkan persyaratan formal dari Sdr.Sasmaya Tuhuleley yang tidak terpenuhi karena baru bertindak sebagai Kepala Cabang Utama. Sedangkan calon Iqbal Latanro yang lain yaitu Mas Guntur Dwi S juga tidak terlepas dari masalah integritas yang berkategori lebih berat.

Sebagai mantan Komisaris Bank BTN, Gatot Mardiwasisto mengetahui bahwa pencalonan Mas Guntur Dwi S pada saat menjabat Kepala Divisi Audit adalah bermasalah karena Direktur Utama menyembunyikan informasi yang material terhadap profile Mas Guntur Dwi S dan tidak sesuai dengan Pasal 7, Peraturan BI Nomor: 12/ 23 /PBI/2010, Tentang Uji Kemampuan Dan Kepatutan,
dimana ketentuan tersebut mensyaratkan Kepala Divisi Audit sebagai pejabat eksekutif bank, wajib memiliki komitmen terhadap pengembangan operasional Bank yang sehat dan tidak memiliki riwayat pernah melakukan perbuatan yang dikategorikan dapat memberikan keuntungan secara melawan hukum kepada pribadi atau pihak tertentu dan melakukan perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan yang berkaitan dengan prinsip – prinsip pengurusan perusahaan yang sehat.

Bagi publik Bank BTN, Mas Guntur Dwi S adalah orang yang sakti. Berkali-kali melakukan tindak pidana fraud tetapi selalu diampuni dan hanya dihukum ringan meskipun pelanggarannya terhadap prinsip – prinsip pengurusan perusahaan yang sehat adalah sudah sedemikian besar sehingga mungkin tidak termaafkan. Tetapi publik rasanya dipaksa untuk memaklumi pada saat Mas Guntur Dwi S ditetapkan sebagai Kepala Divisi Audit Intern dan mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia karena Mas Guntur Dwi S dibacking secara kuat oleh sahabat masa kuliahnya di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yaitu Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah.

Pelanggaran integritas Mas Guntur Dwi S, sudah dalam kategori sangat berat bahkan Mas Guntur Dwis S pernah dikenakan sanksi hukuman berat yaitu dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Cabang Kelas Utama menjadi Wakil Kepala Divisi, karena tindakannya mengakibatkan Bank BTN terpaksa melakukan write off senilai Rp.554,270 Milyar dan mengakibatkan terjadinya penurunan asset Bank BTN Medan sebesar 85,77 %, namun semua dosa tersebut dimaafkan dimasa Iqbal Latanro berkuasa dan jabatannya dipulihkan menjadi Kepala Divisi Audit Intern.     

Berdasar catatan KPPSM, Mas Guntur Dwi S memiliki catatan pelanggaran integritas dalam kategori berat sbb :
1.Berdasar keputusan rapat Direksi Bank BTN, 30 September 1998, Mas Guntur Dwi S sebagai Kepala Cabang Bank BTN KC.Medan dikenakan sanksi, karena pada tanggal 31 Oktober 1997, telah menempatkan dana tunai senilai Rp.300 Juta kepada Bank South East Asian Bank (Bank SEAB) tanpa persetujuan dari Divisi Treasury yang memiliki kewenangan memberikan izin kepada Kantor Cabang untuk melakukan kegiatan Money Market Line.
Dan satu hari setelah penempatan dana tersebut Bank SEAB dinyatakan Bank Indonesia dalam likuidasi, sehingga penempatan dana sehari menjelang penetapan Bank SEAB dalam likuidasi mengindikasikan adanya kolusi antara Kepala Cabang Bank BTN Medan dan Kepala Cabang Bank SEAB. Akibat perbuatan tersebut Bank BTN dirugikan sebesar Rp.100 Juta yaitu senilai uang yang tidak dapat dikembalikan oleh Bank SEAB.

2.Berdasar keputusan Direksi Bank BTN melalui Surat No.99/RHS/DSDM/PAK-PA/02, Sdr.Mas Guntur Dwi S dikenakan sanksi berat dengan menurunkan jabatannya dari Kepala Cabang Utama menjadi Wakil Kepala Divisi karena dalam kapasitasnya sebagai Kepala Cabang Bank BTN Medan Periode April 1995 s/d Oktober 1999, telah melakukan pemberian kredit kepada debitur-debitur Kantor Cabang dengan tidak memperhatikan prinsip-prinsip prudential banking yaitu kredit dicairkan tetapi tidak didukung dengan prestasi proyek dan dikenal dengan mega skandal KPR Rumput.

Praktek pemberian kredit tanpa didukung prestasi proyek seperti yang dipersyaratkan dalam  SOP Perkreditan Bank tersebut mengindikasikan kuat telah terjadi praktek kolusi antara Kepala Cabang dengan developernya.Tercatat developer-developer yang pada saat itu memperoleh keistimewaan adalah PT.Sanggirs, PT.Bahagia Asri Selaras, PT.Kanalom, PT.Nurotin Karya dll.
Akibat kolusi tersebut adalah banyaknya kredit macet KPR-BTN yang diakibatkan konsumen tidak mau membayar angsurannya karena rumahnya belum jadi atau dikenal dengan ”Proyek Skandal KPR Rumput”, dan Bank terpaksa mengeluarkan kebijakan write off senilai senilai Rp.554,270 Milyar.

Akibat kebijakan write off yang luar biasa besar tersebut berdampak terjadi penuruanan asset Bank BTN KC.Medan pada saat itu mencapai 85,77 % dan Bank BTN tidak mendapatkan potensi pendapatan bunga sebagai sumber pendapatan Bank.

3.Mas Guntur Dwi S tercatat dalam kapasistas jabatannya sebagai Kepala Cabng Utama Medan telah menyalahgunakan kekuasaannya (abuse of power) yaitu mengambil fasilitas KPR Bersubsidi (KPR Griya Inti dengan nomor rekening lama yaitu 00320 715 B 000 16R) yang seharusnya dilarang karena Mas Guntur Dwi S bukan kelompok konsumen penerima subsidi.

4.Mas Guntur Dwi S sebagai Kepala Divisi Audit Intern bersama Iqbal Latanro sebagai Direktur Utama selama kepemimpinannya telah menjadi bunker bagi para pelaku fraud yang terbukti dari dihukum ringannya pelaku-pelaku fraud penyebab kredit Macet Harmoni yang mencapai 130 Milyar.

Lemahnya penegakan hukum dan terjadinya praktek main mata dalam penyelesaian kasus-kasus fraud selama kepemimpinan Mas Guntur Dwi S membuat Bank Indonesia menyatakan Divisi Audit Intern Bank BTN dalam kondisi mandul dan menjadi penyebab maraknya praktek-praktek window dressing di Bank BTN seperti adanya dugaan rekayasa NPL, rekayasa penghimpunan dana pihak ketiga, rekayasa penghimpunan laba dll.

Setelah melalui proses tawar menawar yang alot, maka akhirnya ditemukanlah kata sepakat antara Iqbal Latanro darn group Kementerian BUMN yaitu :                                                                                           
                                 
1.Iqbal Latanro mendapat tempat sebagai Dirut Taspen atau Direktur BRI setelah penetapan RUPSLB Bank BTN yang melengserkan Iqbal Latanro.
2.Iqbal Latanro hanya berhak mengusulkan 1 orang dalam sebagai Direksi Bank BTN sebagai Direksi baru yaitu Mas Guntur Dwi S
3.Kementerian BUMN dibawah komando Gatot M dan Gatot T berhak mengusulkan 1 orang dalam Bank BTN sebagai Direksi baru yaitu Purnomo.
4.Iqbal L berkolaborasi dengan Deswandy Agusman sebagai Ketua Komite Nominasi bertugas mengamankan usulan nama Mas Guntur Dwi S dan Purnomo untuk disampaikan kepada Meneg BUMN melalui Sekretaris Meneg BUMN dan Deputi Bidang Jasa Meneg BUMN.
5.Iqbal Latanro wajib melakukan kerjasama untuk pengaturan nilai dari masing-masing kandidat dan atas hal tersebut Iqbal Latanro mengarahkan pemilihan konsultannya kepada AMROPS.
6.Gatot S bertugas mengamankan nama-nama tersebut sampai dengan ditangan Meneg BUMN untuk mendapat penetapan sebagai Direksi baru Bank BTN dan bertugas mengamankan nama Iqbal Latanro untuk menjadi Dirut Bank BRI menggantikan Sofjan Basyir atau Dirut Taspen menggantikan Agus Haryanto.

Merespon perkembangan pemilihan Direksi Baru Bank BTN dan berkemaan dengan catatan rekam jejak yang sangat buruk atas calon-calon Direksi Bank BTN yang dipilih melalui RUPSLB Bank BTN tanggal 28 Desember 2012, yaitu atas nama Mas Guntur Dwi S dan Purnomo maka Indonesia Development Monitoring menuntut:

1.Menolak dan meminta pembatalan hasil RUPSLB Bank BTN tanggal 28 Desember 2012,khususnya dalam hal penetapan Mas Guntur Dwi S dan Purnomo sebagai Direksi.
2.Meminta Bank Indonesia untuk bersikap independent dan transparan dalam penilaian Fit and Proper Test Bank atas calon Direksi baru Bank BTN yaitu Mas Guntur Dwi S dan Purnomo dan secara khusus meminta kepada Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah tidak menjadi pelindung dari kesalahan yang dilakukan oleh sahabatnya,
3.Sebelum pelaksanaan fit and proper 2 orang calon Direksi Bank BTN, Indonesia Development Monitoring menuntut BI melakukan spesial audit terhadap kasus fraud yang diduga dilakukan oleh Purnomo sewaktu menjadi Kepala Cabang Semarang dan melakukan spesial audit terhadap kasus kredit macet di KC.Jkt Harmoni yang diduga syarat dengan kongkalikong dan main mata yang melibatkan Mas Guntur Dwi S, Iqbal Latanro dan para terperiksa.                            
4.Bank Indonesia agar memaksa Bank BTN segera melakukan reformasi dan reposisi petugas dan pejabat Auditor Intern Bank BTN, yang ditandai dengan pemilihan Kepala Divisi Audit Intern yang kredibel, karena Auditor Intern Bank BTN diduga terlibat dalam jual beli perkara yang mendorong maraknya praktek window dressing sehingga kredibilitas laporan keuangan Bank BTN selama ini diragukan.
5.Agar tercapai prinsip transaparansi dan fairness serta menghasilkan output seleksi calon Direktur Bank BTN yang kredibel, Indonesia Development Monitoring menuntut pembatalan hasil seleksi konsultan AMROPS dan daftar long list versi Komite Nominasi yang disampaikan kepada Kementerian BUMN, karena diduga kuat penetapan daftar long list tersebut sarat muatan kepentingan pihak tertentu saja dan ada indikasi kuat terjadi antara kolusi Direktur Bank BTN dengan oknum pejabat Kementerian BUMN yang mengarah kepada jual beli jabatan.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)
Foto: Sufri Y.

Sunday, May 20, 2012

Globalisasi,Kapitalisme dan Upah Buruh

Globalisasi , Mekanisme Pasar Harga BBM dan Upah Buruh Sekarang ini banyak terlihat permasalahan yang ditimbulkan dari keadaan pasar yang sedang mengalami krisis akibat dari sistem globalisasi ekonomi , krisis ekonomi global terjadi akibat banyak hal dimana tumbuhnya ekonomi China dan India serta beberapa negara dikawasan Asia secara cepat meyebabkan keperluan akan permintaan sumber daya alam meningkat draktis , Ada apa gerangan dengan naiknya harga minyak dunia tersebut? Dalam teori ekonomi, salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga barang adalah berkurangnya penawaran (supply) yang tidak dibarengi oleh penurunan jumlah permintaan (demand). Atau, jumlah barang yang tersedia (stock) tidak dapat mengimbangi jumlah permintaan atas barang tersebut sehingga produsen menaikkan harga. Hal ini terjadi pada produksi minyak yang tidak melampaui target akibat berkurangnya cadangan minyak mentah dunia dan persoalan geopolitik Timur Tengah . Bagaimana dengan Indonesia? Dampak dari globalisasi saat ini tengah kita rasakan. Produksi minyak kita mandeg karena keserakahan eksploitasi minyak dari koporasi yang secara legal menguras kekayaan alam kita. Berkurangnya produksi minyak di beberapa negara eksportir (OPEC) tentu bukan faktor tunggal. Ada banyak fenomena lain yang membelakanginya, seperti persoalan geopolitik di Iran, nasionalisasi perusahaan minyak di Bolivia, Venezuela, dan Ekuador berkuragnya cadangan minyak mentah di Laut Arktika, sampai eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan multinasional seperti Exxon Mobile, Medco, atau Total E&P. Hal ini merupakan implikasi dari globalisasi ekonomi yang menjadi salah satu agenda dari Washington Consensus (seperti yang dikatakan Amin rais ) ada dua fenomena yang saling berkaitan dalam rentetan peristiwa rencana kenaikan harga BBM dan hubungannya dengan arus globalisasi ekonomi belakangan ini. Serta dampaknya terhadap upah buruh Dua variabel ini memiliki keterkaitan yang erat. Permasalah tersebut juga pemerinthan yang menggunakan sistem kapitalisme seperti yang sedang dianut oleh pemerintah SBY Budiono , Globalisasi itu sendiri adalah suatu sistem pasar dimana sistem tersebut dapat menembus batas dari setiap negara. Globalisasi pada intinya berarti proses interkoneksi yang terus meningkat diantara berbagai masyarakat sehingga kejadian-kejadian yang berlangsung di sebuah negara mempengaruhi negara dan masyarakat lainnya. Dalam tulisannya Noam Chomsky mengingatkan “Globalisasi yang tidak memprioritaskan hak-hak rakyat (masyarakat) sangat mungkin merosot terjerembab kedalam bentuk tirani, yang dapat bersifat oligarkis dan oligopolistis. Globalisasi semacam itu didasarkan atas konsentrasi kekuasaan gabungan negara dan swasta yang tidak bertanggung jawab pada publik.’ . Dampak dari globalisasi tersebut adalah dengan terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat. Sesuai dengan pendapat dari James K.Galbraith, ia menyatakan bahwa kesenjangan sosial ekonomi di zaman globalisasi adalah sebuah perfect crime atau kejahatan yang sempurna. Globalisasi itu sendiri dianggap sebagai proses pemiskinan kaum melarat dunia dan penambahan kekayaan bagi kaum kaya serta merusak lingkungan. Akibat globalisasi harga minyak dunia maka harga BBM yang berlaku di indonesia akan dianut mengunakan penerapan mekanisme pasar oleh pemerintah tak terlepas juga pemerintah Indonesia , Mekanisme pasar adalah kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang(jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta). Teori ekonomi standar mengatakan bahwa meskipun pengaruh kelembagaan selain free market bisa saja menghasilkan alokasi yang efisien dan optimal. Dengan kata lain, jika pasar tidak eksis, alokasi sumber daya tidak akan terjadi secara efisien dan optimal. Dalam beberapa hal, mekanisme pasar tidak bisa bekerja secara optimal pada beberapa sumber daya alam. Alasan klasik pemerintah dalam menaikkan harga BBM adalah penyelamatan APBN. Memang, subsidi APBN telah menyedot 15 % dari belanja negara, sebuah angka yang cukup besar. Apalagi asumsi harga yang digunakan oleh pemerintah dalam APBN hanya sekitar USD 105 per barel pada APBN-P 2012 sehingga otomatis terjadi defisit APBN. Dengan menaikkan harga di masyarakat, pemerintah berharap defisit anggaran tersebut dapat diminimalisasi dan disalurkan ke tempat yang lebih tepat. Hasil rapat paripurna DPR akhir pekan lalu mengenai penundaan kenaikan harga BBM masih disoroti sejumlah pihak. Harga BBM tidak semestinya ditentukan oleh mekanisme pasar.DPR telah menyisipkan ayat (6) huruf a Undang-Undang APBN Perubahan Tahun 2012 yang kami anggap inkonstitusional karena menyerahkan kenaikan BBM dengan mekanisme pasar. Untuk itu menjadi hak konstitusional setiap warga negara untuk mengajukan gugatan judicial review (uji materi) Undang-Undang APBN-P Tahun 2012 ke Mahkamah Konstitusi. Pada dasarnya, alokasi barang dan jasa dalam suatu masyarakat dapat dilakukan paling tidak melalui 2 jenis mekanisme. Yaitu melalui mekanisme pasar dan mekanisme birokrasi. Dengan sejumlah kondisi yang disyaratkan, mekanisme pasar dianggap sebagai mekanisme yang dapat mendorong pemakaian sumber daya yang efisien. Namun kegagalan pasar juga bisa terjadi dalam pengalokasian sejumlah barang dan jasa. Ini bisa disebabkan karena adanya public goods beserta eksternalitasnya. Jenis barang dan jasa inilah (beserta mixed goods) yang akan didistribusikan melalui mekanisme birokrasi. Karena mekanisme pasar yang berbeda, harga pasar yang tercapai pun menjadi berbeda - beda. Kadang - kadang harga yang terbentuk di pasar bisa menyebabkan kerugian bagi konsumen atau bahkan kerugian bagi produsen juga. Oleh karena itu, pemerintah dalam batas-batas tertentu terkadang perlu melakukan intervensi dalam pembentukan harga dengan tujuan harga yang terbentuk tidak akan merugikan konsumen maupun produsen. Hal yang biasanya dilakukan pemerintah antara lain adalah: penentuan harga eceran tertinggi, penentuan harga eceran terendah, penetapan pajak, serta pemberian subsidi. Mekanisme pasar tidak dapat berfungsi tanpa keberadaan aturan yang dibuat pemerintah. Peranan pemerintah menjadi lebih penting karena mekanisme pasar saja tidak bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi. Untuk menjamin efisiensi, pemerataan dan stabilitas ekonomi, peran dan fungsi negara mutlak diperlukan dalam perekonomian sebagai pengendali mekanisme pasar. Walaupun dalam sistem ekonomi pasar, masalah ekonomi utama diserahkan kepada mekanisme pasar, namun  pada beberapa kasus tertentu pemerintah tetap harus campur tangan untuk menghindari kekacauan dalam bidang ekonomi.   Dalam era globalisasi seperti saat ini, banyak terjadi permasalahan hubungan kerja di Indonesia yang biasanya lebih dikenal dengan Perselisihan Hubungan Industrial. Salah satunya dalam hal menentukan upah bagi para buruh, dalam hal ini upah para buruh tersebut direndahkan untuk menekan laju inflasi. Sesuai dengan pendapat dari Thomas L. Friedman yang menyatakan bahwa hubungan ekonomi yang eksploitatif dalam globalisasi yang terutama digerakkan oleh berbagai korporasi, salah satunya adalah dengan merendahkan upah buruh untuk menekan laju inflasi.Dalam hal ini sangat merugikan bagi para buruh, dengan ini maka diadakannya upah minimum. Dengan adanya upah minimum diarahkan kepada pencapaian kebutuhan hidup layak,yaitu setiap penetapan upah minimum harus disesuaikan dengan tahap pncapaian perbandingan upah minimum dengan kebutuhan hidup layak yang besarannya ditetapkan oleh Menaker.Upah minimum itu sendiri dapat terdiri atas, upah minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota dan upah minimum berdasarkan sektor wilayah provinsi atau kabupaten/kota. Akibat perubahan harga minyak dunia yang terus meningkat dan rencana kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah berdasarkan Undang Undang APBNP tahun 2012 yang berpegang yang terjadi di indonesia pada saat ini, efek itu sangat terlihat sangat jelas sekali terhadap kesejahteraan buruh dan akan terjadi pemutusan hubungan kerja serta perselisihan hubungan industrial . dan menimbulkan Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, dengan ditambahnya penindasan dari pihak penguasa maupun dari pemerintah itu sendiri. Hal ini sangat terlihat jelas sekali dalam ranah ketenagakerjaan. Para buruh saat ini semakin dibuat menjadi melarat dan tidak dapat memenuhi kehidupan dirinya maupun keluarganya jika harga BBM naik , terutama dalam hal penentuan upah minimum kota (UMK) tahun 2012 yang naik hanya pada kisaran 10 persen sedangkan akibat dampak rencana kenaikan harga BBM harga harga harga barang dan jasa untuk kebutuhan hidup sehari hari dipasar terlanjur naik terlebih dahulu pada kisaran 15 % dampai dengan 30 persen . Di satu sisi hal ini dianggap sangat menyengsarakan bagi pihak buruh, tetapi bagi pemerintah (yang seharusnya menjamin kehidupan para buruh) dan pengusaha hal ini biasa-biasa saja bagi mereka. Hal inilah yang dapat menyebabkan para buruh tidak akan percaya lagi kepada pemerintah dan DPR . Globalisasi di Indonesia seharusnya ditangani secara bijak.tidak semata mata mengikuti mekanisme pasar yang terjadi . sumber sumber pendapatan Negara juga dapat bertambah dengan memperbaharui kontrak kontark karya pertambang minyak serta memperbaharui besaran royalty dan memberlakukan pajak karbon pertambangan -pertambangan mineral seperti batu bara , nikel, biji besi , emas setara dengan yang diberlakukan di Australia yaitu 30 persen royalty untuk pemerintah dan adanya carbon tax sebesar 25 dollar perton . jika pemerintah Indonesia menerapkan sama seperti di Indonesia maka pendapatan royalty dan pajak karbon bisa digunakan untuk mensubsidi harga BBM dan untuk reklamasi hutan hutan yang rusak akibat pertambangan sehingga dapat mengurangi pengeluaran anggaran bagi revitalisasi atau reboisasi hutan hutan Indonesia dan akhirnya dipergunakan dan dinikmati untuk kemasalahatan rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Apabila globalisasi dan mekanisme pasar yang diberlakukan pemerintah dalam menetapkan harga BBM tetap dilakukan maka dalam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk Penulis : Ketua Umum FSP BUMN BERSATU

Monday, August 8, 2011

Lahan sawit PT Bhirawa Sakti Mandiri mulai di garap seluas 20.000 hektar

JAKARTA: Persediaan minyak kelapa sawit di Malaysia diprediksi naik ke level tertinggi dalam 19 bulan pada Agustus, karena peningkatan produksi di musim panen. Hal ini membuat harga CPO berjangka merosot.

Menurut perkiraan tiga analis dan dua perusahaan perkebunan yang dirilis Bloomberg, persediaan minyak kelapa sawit atau CPO (crude palm oil) naik hingga 47% menjadi 2,07 juta metrik ton bulan lalu dari tahun sebelumnya. Jumlah ini merupakan level tertinggi sejak Desember 2009.

Dewan Minyak Sawit Malaysia menyebutkan pelonjakan stok dapat menekan harga CPO yang telah merosot 19% tahun ini, dan mengganggu pendapatan produsen termasuk perusahaan CPO Sime Darby Bhd, dan PT Astra Agro Lestari.

Sebelumnya, hasil produksi meningkat hingga 1,1% menjadi 1,77 juta ton pada Juli dari bulan sebelumnya. Sementara jumlah pengiriman naik 1,3% menjadi 1,6 juta ton.

"Persediaan harus terus berlanjut mengikuti pemulihan dalam produksi. Ekspor diperkirakan naik tipis, didorong oleh pra-musim tebar meriah," kata analis invetasi ECM Libra Capital Sdn Arhnue Tan, seperti dikutip Bloomberg.

Direktur Godrej International Ltd Dorab Mistry mengungkapkan harga minyak sawit dapat merosot ke level US$931 atau 2800 ringgit pada September sebagai akibat lonjakan hasil produksi. Cadangan Malaysia dapat mencapai rekor pada Desember dengan peningkatan output 2 juta ton hingga 19 ton pada 2011.

Kontrak CPO berjangka untuk pengiriman Oktober turun 1,6% ditutup pada harga 3051 ringgit per ton di Kuala Lumpur.

Ekspor CPO Malaysia naik 13% pada Juli lalu menjadi 1,63juta ton pada Juli, dari sebelumnya 1,44 juta ton pada Juni. Ekspor diperkirakan kembali meningkat menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Wan Mohd Zain Wan Ismail, Ketua Umum Asosiasi Pengolah Minyak Sawit Malaysia, menuturkan produksi Malaysia akan mencapai 18 juta ton tahun ini dan ekspor meningkat 1 juta ton menjadi 16,5 juta ton.

"Harga bisa saja turun menjadi 2.800 sampai 2.900 ringgit per ton dalam tiga bulan ke depan," ujarnya.

Produksi pada Agustus akan memuncak, karena para petani berupaya memanen sekeras mungkin sebelum meninggalkan pekerjaan untuk cuti hari raya. Menurutnya, sejauh ini tidak akan ada kekurangan stok dalam jumlah besar karena masih dalam puncak musim panen. (sut)



PT Bhirawa Sakti Mandiri


PENDAHULUAN

Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur, tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam).

Tanah gambut (lebih satu meter dalam), tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna, jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya.

PERLAKSANAAN KERJA

Kerja-kerja pembersihan, pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit.

Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera, keadaan tanah (curam atau rata), hutan atau kawasan tanam semula.

Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. Jika mempunyai tapak semaian sendiri, masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang.

Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima.

Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang).

Penutup bumi adalah untuk:

  • Mengawal hakisan
  • Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah, khususnya Nitrogen
  • Memelihara kelembapan tanah

Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:

  • Centrosema pubescens
  • Pueraria phaseoloides
  • Calopogonium mucunoides/caeruleum

Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:

  • Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan.
  • Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.
  • Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter.
  • Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:-
Kekacang Kg/ha
Centrocema pubescens 4.0
Pueraria phaseoloides 1.1
Calopogonium caeruleum 0.6
  • Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar.
  • Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut:
Umur Kekacang Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha)
Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 112
2 bulan 112
6 bulan 112
8 bulan 112
12 bulan 112
  • Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik.

PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-

  • Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan.
  • Taburkan 150g - 200g baja Fosfat didalam lubang.
  • Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan.
  • Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah.
  • Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.
  • Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.
  • Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau.
  • Lazimnya, jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah:
Jarak Jumlah Pokok
Meter (Kaki) Hektar (Ekar)
8.5 (28) 160 (65)
8.7 (29) 148 (60)
9.0 (30) 136 (55)
  • Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam.

Tanaman selinganTanaman selingan:

Kacang tanah, jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:

  • Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun.
  • Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan
  • kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan, air dan cahaya matahari.
  • Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu.

kelapa sawit


Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Pemerian botani

African Oil Palm (Elaeis guineensis)

Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.

Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.

Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.

Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.

Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.

Buah terdiri dari tiga lapisan:

  • Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
  • Mesoskarp, serabut buah
  • Endoskarp, cangkang pelindung inti

Inti sawit (kernel, yang sebetul]]nya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi.

Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).

[sunting] Syarat hidup

Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU - 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan memengaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.

[sunting] Tipe kelapa sawit

Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. guineensis dan E. oleifera. Jenis pertama yang terluas dibudidayakan orang. dari kedua species kelapa sawit ini memiliki keunggulan masing-masing. E. guineensis memiliki produksi yang sangat tinggi dan E. oleifera memiliki tinggi tanaman yang rendah. banyak orang sedang menyilangkan kedua species ini untuk mendapatkan species yang tinggi produksi dan gampang dipanen. E. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.

Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalan cangkang, yang terdiri dari

  • Dura,
  • Pisifera, dan
  • Tenera.

Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang, sehingga tidak memiliki inti (kernel) yang menghasilkan minyak ekonomis dan bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%.

Untuk pembibitan massal, sekarang digunakan teknik kultur jaringan.

[sunting] Hasil tanaman

Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.[1]

Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.

Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Bunga dan buahnya berupa tandan, bercabang banyak. Buahnya kecil, bila masak berwarna merah kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil inti sawit itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.

Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90 °C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur.

Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.

[sunting] Sejarah perkebunan kelapa sawit

Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1848. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor, sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli, Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industri pertengahan abad ke-19. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli, maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura".

Pada tahun 1911, kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet, seorang Belgia, yang lalu diikuti oleh K. Schadt. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Aceh. Luas areal perkebunan mencapai 5.123 ha. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS), Sumatera Utara dan di Rantau Panjang, Kuala Selangor, Malaya pada 1911-1912. Di Malaya, perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran, Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1910.

Hingga menjelang pendudukan Jepang, Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. Semenjak pendudukan Jepang, produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940.[2]

Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruh-militer) yang tidak berhasil meningkatkan hasil, dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia).

Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan, dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif.

Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup, dengan ketinggian sekitar 12m, dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal